Saat saya masuk dalam institud pertma kali sebagai syarat agar bisa di terima sebagai mahasiswa tersebut adalah ospek (kta kakak-kakak semester atas saat ospek). Sebenarnya itu adalah kebohongan belaka.. karena menurut saya ospek hanyalah sebagai pelengkap bisa di katakan sebagai sarana untuk mencari kader-kader..
Juga bisa sebagai ajang mencari jodoh di kalangan maba.. krena banyak dari tman-tman saya yang jadi p.ip menjadikan maba sebagai sasaran mencari pacar atau jodoh hhh..
Tapi menurut dosen saya: "dikala kita menjadi mahasiswa, sesuatu yang berkesan adalah saat kita mengikuti ospek, karena ospek hanya ada saat kita di bangku perkuliahan. Organisasi, karena di organisasi kita bisa menambah teman, dan bisa juga untuk membuka jaringan yang luas. Dan yang terakir adalah saat kelulusan bisa kita bisa memakai topi toga di hari terakir perjuangan di bangku kuliah, sebagai bukti kita sudah berhasil dan menempuh perjalanan yang baru".
Dan hal tersebut akan terkenang dan bisa sebagai cerita bagi anak dan cucu kita di kala sudah tua.
Dan saya akan gunakan kesempatan ini untuk merubah dunia untuk lebih baik, meski dunia belum bisa, akan merubah negara, jika negara belum bisa, akan merubah suatu daerah dst.
Karena itu adalah tugas sebagai mahasiswa sebagai agen perubahan untuk lebih baik..
Mungkin kesan pertama di kala ospek adalah untuk mendidik mahasiswa untuk demo. Hal itu menurut saya memang benar, karena di kala kita menemukan keganjalan di pemerintahan hal yang kita lakukan adalah pergerakan. Dan kita sebagai mahasiswa harus punya sikap kritis, dan kritik. Tapi sebelum kita mengkritisi sesuatu, kita harus paham betul apa topik pembahasan tersebut.
Dari sikap tersebut kita harus pinter-pinter bersikap tenang karena menurut saya mahasiswa itu adalah juga pemuda yang masih punya rasa emosional yang juga mudah untuk di provokasi.
Maka dari itu kita sebagai mahasiwa menjadi penengah antara rakyat dan pemerintahan.
Menurut saya, di bangku kuliahlah sebagai awal dari dunia kepolitikan dan pemerintahan..
Mungkin politik itu di mata masyarakat cenderung mengarah ke hal yang buruk, tapi senenarnya tidak juga. meskipun politik itu mengarah untuk menjatuhkan atau memperebutkan kekuasaan tapi dalam hal itu mengadung ilmu positifnya.
Mungkin hal tersebut kita alami jika kita sudah masuk organisasi..
Dan yang terakir adalah kelulusan dan sebagai bukti perjuangan, jatuh bangun, di kala kita memikirkan tugas yang membuat kepala pusing.
Meskipun belum pernah saya alami, tapi kelulusan bisa saya bayangkan bahwa begitu terharunya di saat kita mendapat gulungan dan sertifikat untuk mendapatkan kerja yang lebih baik. Meskipun nilai bagus atau jelek itu juga tidak menjamin bahwa kita akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari yang lain. Tapi sekiranya kita sudah berusaha, untuk mewujudkan cita-cita kita dan yang paling penting adalah membuat orang tua menjadi bangga.
#hidup mahasiswa
07-10-2015
0 comments:
Post a Comment